Kamis, 12 Januari 2012

Ikan Nila

      Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakanhewan vertebrata yang seluruh waktu hidupnya dihabiskan dalam air, yang dapat hidup pada segala jenis perairan. Ikan ini berasal dari Afrika dan diperkenalkan di Indonesia sekitar 30 tahun oleh Balai Besra Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT). Namun dalam sumber lain, ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi air tawar yang berasal dari Sungai Nil dan danau disekitarnya. Jenis ikan nila merah merupakan jenis nila yang pertama kali masuk ke Indonesia. Komoditi ini sangat menjadikan bila dilakukan pembudidayaan yang tepat.
       Dibandingkan ikan tawar jenis lain, ikan nila termasuk dalam golongan ikan yang bereproduksi dengan angka cukup tinggi dan daya kelangsungan hidup (Survival Rate) yang cukup tinggi juga. Selain itu ikan ini mempunyai harga dan daya saing juga yang sangat menjanjikan.
          Harga ikan nila pun kini mulai bersaing di pasaran. Untuk ukuran larva yang berusia 10 hari dijual dengan harga Rp. 100.000/liter. Kemudian setalah melalui stadia larva, kini ikan menjadi benih. Untuk harga benih ikan nila dengan ukuran 2-3 cm di jual dipsaran dengan harga Rp. 20/ekor. Sedangkan untuk ukuran 3-5 dijual dengan harga Rp. 35/ekor, serat benih yang berukuran 5-8 cm dijual dengan harga Rp. 50/ekor. Selain itu, indukan pun bisa diperjual belikan dipasaran. Untuk idukan nila paket satu, dijual dengan harga Rp. 3.000.000, untuk paket dua dijual Rp. 4.000.000, dan untuk paket tiga dijual dengan harga Rp. 6.000.000. (Anomim, 2010)
       Pendederan merupakan suatu langkah dimana larva dipisah dari induknya. Pemeliharaan larva ini bertujuan untuk meperlakukan adaptasi pada larva, sehingga nantinya larva dapat dibesarkan dikolam pembesaran. Pemeliharaan pendederan awal berlangsung satu sampai satu setengah bulan. Lalu dipindahkan pada penampungan kolam bak beton, jaring kelambu atau happa.Setelah pendederan, kemudian ikan nila yang sudah menjadi bibit siap dipindahkan kedalam kolam pembesaran.

0 komentar: